Skip to content

Edukasi Pemilahan Kemasan Pascakonsumsi Lewat Permainan Interaktif

Mahija parahita nusantara Foundation
Shafa Putri mengenalkan hasil olahan sampah bernilai rendah kepada pengunjung stan Mahija dalam acara peluncuran Recycle Me di Shelter Kebencanaan Arjuna, Seminyak, Bali.

Yayasan Mahija kembali berkesempatan mengedukasi masyarakat dalam memilah kemasan pascakonsumsi. Ini dilakukan dengan menampilkan karya kerajinan pejuang daur ulang berupa tas dari enceng gondok dan aneka tas dari tutup botol, serta olahan kemasan pascakonsumsi dalam bentuk permainan interaktif. 

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari acara peluncuran program Recycle Me oleh Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) dan Coca Cola Indonesia (CCI) di Shelter Kebencanaan Arjuna, Seminyak, Bali. Program tersebut ditujukan untuk mengumpulkan kemasan pascakonsumsi di Bali.  

“Edukasi yang kami lakukan bertujuan mengajak masyarakat memilah kemasan pascakonsumsi untuk mendukung sistem ekonomi sirkular di Indonesia. Kami menampilkan berbagai hasil olahan kemasan pascakonsumsi dan plastik bernilai rendah. Bahwa edukasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan,” kata Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara Ardhina Zaiza.  

Baca juga: CEP Indonesia Gandeng M Mart, Ajak Konsumen Pilah Sampah

Program Recycle Me kali ini menggandeng perusahaan retail M Mart dengan menempatkan kotak pilah di 20 outlet di Kabupaten Badung. Kotak pilah terbagi menjadi tiga lubang pilah yang terdiri dari sampah organik, tutup botol, dan botol plastik dan kaleng. Dalam rentang waktu tertenu, sampah di dalam kotak pilah akan diangkut oleh tim TPS-3R Desa Adat Seminyak. Di sana, sampah akan dipilah dan diolah kembali sebelum dikirim ke Amandina, pabrik pengolahan plastik yang memproduksi PET daur ulang. 

Aksi kolaboratif tersebut merupakan cerminan dari konsep nona-helix dengan pelibatan seluruh pemangku kepentingan; mulai dari produsen, industri retail, pemerintah, pelaku daur ulang, tokoh masyarakat, komunitas, dan media. Selain itu, peletakan kotak pilah juga mendukung kebijakan pemerintah Bali yang tengah membenahi managemen sampah di Pulau Dewata itu. 

Mahija parahita nusantara Foundation
Peluncuran program Recycle Me di Shelter Kebencanaan Arjuna, Seminyak, Bali, sebagai upaya mengumpulkan kemasan pascakonsumsi agar dapat didaur ulang.

Director of Public Affairs, Communiactions, and Sustainability CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, mengatakan bahwa kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan merupakan syarat penting dalam mendukung ekonomi sirkular. Melalui program Recycle Me, Dhedy berharap konsumen mendapat kemudahan dalam mengembalikan botol yang telah mereka konsumsi.  

Baca juga: Kolaborasi Mahija KOLASTIK dan FISIP UI: Menumbuhkan Generasi yang Bertanggung Jawab

“Kami sangat mengapresiasi dukungan M Mart sebagai mitra retail dalam memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengumpulan kemasan dan edukasi daur ulang, juga kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra TPS-3R dalam pengelolaan pascakonsumsi,” ungkap Dhedy. 

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Dwi Arbani mengapresiasi pendekatan yang dilakukan dalam Recycle Me. Menurutnya, kehadiran Recycle Me dibutuhkan oleh Bali sebagai salah satu destinasi wisata. Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, Bali menghasilkan 1,25 juta ton sampah setiap tahun di mana 17% di antaranya adalah plastik. 

“Bali membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi kolaborasi Coca-Cola dan M Mart dengan memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembalikan kemasan pascakonsumsi agar dapat didaur ulang,” kata Dwi Arbani.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked with an asterisk (*)