Skip to content

Sahabat Sehat Mahija Hadir Kembali, Dekatkan Layanan Kesehatan bagi Pejuang Daur Ulang

Yayasan Mahija parahita nusantara
Tenaga kesehatan memeriksa tekanan darah pejuang daur ulang dan keluarganya pada Sahabat Sehat Mahija di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Yayasan Mahija Parahita Nusantara menyelenggarakan program Sahabat Sehat Mahija (SSM) yang digelar di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis (4/6/2026). SSM kali kedua di Duren Sawit ini dihadiri oleh 152 orang yang terdiri dari pekerja sampah, keluarganya, dan warga sekitar di komunitas pemulung. Pada saat yang sama, Mahija mobile school juga hadir dengan memberikan akses pendidikan informal. 

“Kegiatan ini bermanfaat sekali. Kita bisa tahu kondisi kesehatan kita. Dekat dengan rumah warga dan lebih hemat waktu. Karena ada warga juga yang tidak bisa datang ke rumah sakit. Kalau di rumah sakit harus ambil nomor dan antre,” kata Siti Ulfa, warga Klender, Duren Sawit.

Pekerja sampah informal terpapar berbagai risiko dalam mengumpulkan dan memilah sampah. Interaksi langsung dengan limbah yang belum terpilah meningkatkan risiko kesehatan, seperti kontak dengan limbah B3 maupun limbah rumah tangga seperti sampah tusuk sate, popok dan pembalut bekas, dan alat medis. 

Sayangnya, akses layanan kesehatan yang bisa digapai oleh pejuang daur ulang dan keluarganya terbatas. Selain itu, praktik keselamatan kerja dan informasi preventif saat bekerja belum dilakukan dengan optimal. 

“Dengan pendekatan berbasis komunitas, kami berharap pengetahuan dan kesehatan komunitas pejuang daur ulang meningkat. Mendekatkan akses layanan Kesehatan sekaligus memberikan edukasi sejalan dengan upaya Mahija untuk memberdayakan pekerja daur ulang dan keluarga,” kata Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara Ardhina Zaiza.

Yayasan Mahija bekerja sama dengan Klinik Pratama Amelia Media dan Synergy dalam penyelenggaraan SSM, dan didukung oleh para volunter. Pemeriksaan kesehatan dasar dilakukan dengan pemeriksaan darah, anamnesis, dan pemberian obat. Pada tahun 2026, SSM telah menjangkau 250 orang di Duren Sawit dan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Dari jumlah tersebut, 70 persen di antaranya adalah pekerja sampah informal. 

Yayasan Mahija parahita nusantara
Anak-anak belajar dan bermain bersama Mahija Mobile School.

Kegembiraan lain terpancar dari raut wajah anak-anak. Pasalnya mereka mendapatkan jatah ekstra kunjungan mobile school. Kawasan pekerja sampah informal mendapat kunjungan rutin mobile school pada minggu kedua dan keempat di hari Selasa. Dengan adanya SSM, mereka mendapat satu hari ekstra pada hari Kamis.

Saat mobile school berkunjung, anak-anak dapat membaca berbagai jenis buku, menggambar, bermain permainan edukatif, hingga belajar pelajaran sekolah seperti matematika dan bahasa Inggris.

“Aku senang kalau mobile school datang. Aku bisa menggambar. Aku bercita-cita jadi pramugari, tapi aku suka gambar juga,” ungkap Febri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *