Skip to content

8 Program Berdaya Mahija: Pengolahan Sampah Organik Berkelanjutan

pengolahan-sampah-organik-berkelanjutan
Mahija dan Coca Cola Euro Pacific mengadakan pelatihan pengolahan sampah organik berkelanjutan

Sebagai yayasan yang berupaya untuk memberdayakan para pekerja sampah, termasuk pemulung, Mahija bekerja sama dengan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) menjalankan program peningkatan keahlian bagi pemulung melalui pengolahan sampah organik berkelanjutan. Tidak hanya memberikan akses keterampilan baru, program ini juga berupaya untuk menguatkan sisi perekonomian mereka. 

Melalui dua inisiatif utama, program Berdaya berlangsung dengan menyediakan pelatihan secara langsung mulai dari pelatihan pengembangbiakan maggot melalui program “Berdaya Bersama” dan kerajinan eceng gondok melalui program “Ibu Berdaya”

Program ini tidak hanya membuka ladang bisnis bagi para pemulung, tetapi juga memberdayakan mereka dengan kesempatan mendapatkan pemasukan tambahan untuk sehari-harinya. 

Ada banyak manfaat yang bisa diterima dari dua program diinisiasi Mahija dan CCEP ini dalam pengolahan sampah organik berkelanjutan. Bagaimana kegiatan dari program ekonomi berkelanjutan dari Mahija untuk pekerja sampah ini? Baca artikel ini untuk mengetahui informasinya secara lengkap. 

Program dari Mahija dan CCEP dalam Pengolahan Sampah Organik untuk Pemulung

pengolahan-sampah-organik-berkelanjutan
foto bersama Mahija dan CCEP bersama ibu-ibu pemulung di area binaan untuk pengolahan sampah organik berkelanjutan

Kebanyakan pekerja sampah tidak memiliki penghasilan bulanan yang mencukupi kebutuhan mereka dengan hanya menjadi pemulung. Oleh karena itu, Mahija mengadakan program ini untuk meningkatkan sirkulasi perekonomian sehari-hari dari para pemulung dengan memanfaatkan sampah untuk diolah kembali menjadi hal yang bernilai ekonomi. 

Dua program tersebut dinamakan “berdaya bersama”, yaitu budidaya maggot, dan “ibu bersama”, yaitu program yang memanfaatkan sampah eceng gondok untuk dikreasikan menjadi anyaman. Program ini diproyeksikan dapat membantu 200 pemulung pada 6 area binaan di sekitar wilayah Jabodetabek. 

Beberapa manfaat yang didapatkan dari program ini antara lainnya: 

  • Mengolah sampah eceng gondok dan membudidayakan maggot bagus untuk kelestarian alam 
  • Meningkatkan potensi bisnis skala pemula kepada pekerja sampah 
  • Menambah pendapatan secara berkala dengan nominal rata-rata tetap tiap bulan 
  • Membudayakan ekonomi mandiri kepada pekerja sampah
  • Mensejahterakan pekerja sampah dengan membuka lapangan bisnis secara bekerja bersama-sama

Berikut adalah penjelasan dari program yang diselenggarakan Mahija dalam rangka peningkatan ekonomi sirkular pekerja daur ulang dan pengolahan sampah organik berkelanjutan. 

1. Program Berdaya Bersama

pengolahan-sampah-organik-berkelanjutan
program berdaya bersama yaitu budidaya maggot BSF oleh para pemulung untuk pengolahan sampah organik berkelanjutan

Adalah program budidaya maggot berjenis Black Soldier Fly (BSF) yang terkenal bagus dalam pengolahan sampah organik berkelanjutan. Bisnis budidaya maggot ini dilakukan saat Mahija membuka sosialisasi kepada 20 keluarga pekerja sampah pada area binaan. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan kerja sama dengan lintas sektor agar pembinaan bisa berjalan lancar. 

Program ini juga diikuti oleh ketua dewan pengurus yayasan Mahija yaitu Ardhina Zaiza dan beberapa pihak lintas sektor yang ikut membahu dengan kegiatan sosialisasi budidaya maggot BSF ini diantaranya adalah: 

  • Munzir, Ketua RW 10 Kelurahan Klender
  • Ali Yudo Kisdiyanto, Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur 
  • Sanudi, Administrasi PNS Satpel LH Kecamatan Duren Sawit 
  • Nurlis Kumala Sari, Pengawas Lapangan Kelurahan Klender Kecamatan Duren Sawit 

Sebanyak 20 pemulung berpartisipasi dalam pelatihan ini, belajar langsung bagaimana budidaya maggot. Melalui kegiatan ini, ditargetkan mereka akan mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp. 300.000 per bulan.  

Maggot jenis BSF ini memiliki banyak manfaat dalam proses budidayanya. Selain mereka bagus untuk membersihkan lingkungan dengan memakan sampah-sampah organik, mereka bisa dijual ke peternakan untuk dijadikan pakan ternak seperti unggas, ikan air tawar, dan bisa diekspor juga. 

2. Program Ibu Berdaya

pengolahan-sampah-organik-berkelanjutan
Ibu-Ibu pemulung sedang berkarya memanfaatkan daun eceng gondok kering untuk dijual kembali

Para pekerja sampah juga diajak meningkatkan perekonomian dan pengolahan sampah organik berkelanjutan pada program bernama “Ibu Berdaya” yang fokus pada pemanfaatan eceng gondok yang diolah menjadi karya anyaman yang bernilai ekonomi untuk dijual. 

Eceng gondok terkenal sebagai tumbuhan yang hidup di perairan dan disebut sebagai gulma karena pengaruhnya yang tidak baik untuk kualitas air dan menyebabkan sedimentasi jika dibiarkan berkembang biak begitu saja. Pada program “Ibu Berdaya” ini, para ibu-ibu pekerja daur ulang diberikan pelatihan mengenai cara mengolah “gulma” ini. 

Pelatihan ini diikuti oleh setidaknya 18 ibu-ibu pemulung yang antusias ketika diajarkan berbagai macam olahan eceng gondok menjadi produk anyaman seperti tas totebag anyam, topi petani, tempat sampah anyam dan hasta karya lainnya bersama dengan ketua dewan pengurus Yayasan Mahija, Ardhina Zaiza. 

Melalui pelatihan ini para ibu-ibu pemulung mendapat keuntungan dalam cara mengolah sampah yang merugikan ekosistem perairan, begitu juga mereka belajar banyak mengenai potensi dari proses daur ulang sampah berkelanjutan yang juga bisa menjadi penghasilan bulanan tetap bagi mereka. Sekitar 40% dari ibu-ibu pemulung dipastikan bisa menghasilkan income tetap sebesar Rp 150.000 per bulan dari menjual hasil anyaman eceng gondok ini. 

Kesimpulan 

Pemberdayaan taraf hidup pemulung yang merupakan konsernitas Mahija, salah satunya juga berfokus pada inklusi keuangan para pekerja daur ulang. Atas dasar meningkatkan perekonomian sirkular mereka, melakukan pengolahan sampah organik berkelanjutan, yaitu budidaya maggot dan eceng gondok, ini bisa menjadi langkah apik dalam pemanfaatan lingkungan dan memulai usaha bisnis kecil untuk menyejahterakan pemulung. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *