
Pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk institusi pendidikan yang berperan penting dalam pembentukan pola pikir generasi muda. Oleh karena itu, Mahija kembali menjalin kolaborasi dengan Universitas Indonesia melalui FISIP UI untuk memperkuat budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab di lingkungan kampus melalui program KOLASTIK sebagai gerakan untuk menumbuhkan generasi yang bertanggung jawab.
Pada kesempatan ini, para mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya rantai pasok daur ulang sampah dan pengelolaannya melalui korelasi penalaran dengan menjaga kelestarian lingkungan. Mahasiswa juga diperkenalkan pada cara berpikir yang menghubungkan kebersihan lingkungan dengan pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui pendekatan ini, peserta diajak memahami bahwa sampah daur ulang sebenarnya memiliki potensi ekonomi jika dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak yang tepat untuk diolah kembali. Kesadaran ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku sehari-hari sekaligus menumbuhkan generasi yang bertanggung jawab dalam mengelola sampah.
Berikut ini adalah informasi lebih lengkap mengenai program KOLASTIK yang berkolaborasi antara Mahija dan FISIP UI.
Program KOLASTIK Mahija dengan FISIP UI

Program KOLASTIK kembali diselenggarakan dengan melibatkan sektor pendidikan sebagai salah satu tonggak awal pertumbuhan pengelolaan sampah secara modern dan berkelanjutan. Kegiatan edukasi sampah ini menumbuhkan makna bahwa sampah daur ulang memiliki makna besar dalam pengelolaannya yang dapat meningkatkan ekonomi sirkular dan menumbuhkan generasi yang bertanggung jawab.
Inisiatif ini dirancang sebagai kemitraan jangka panjang antara Mahija dan FISIP UI yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu edukasi, riset, dan pengabdian masyarakat melalui program magang. Tahap awal yang mulai diimplementasikan adalah pilar edukasi, dengan fokus menanamkan kesadaran sejak dini bahwa perubahan besar dalam pengelolaan sampah selalu dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari seperti memilah sampah dan memastikan botol PET didaur ulang dengan benar.
Sebagai langkah pertama, pada November 2025 Mahija mengadakan KOLASTIK (Kolaborasi Daur Ulang Plastik) at FISIP UI. Program ini merupakan salah satu inisiatif Mahija untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. Melalui KOLASTIK, Mahija tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk melihat bahwa mereka memiliki posisi penting dalam ekosistem perubahan. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang membantu menumbuhkan generasi yang bertanggung jawab terhadap isu lingkungan.
Mengusung tema “Building a Culture of Responsible Waste Management among Youth as a Foundation for a Sustainable and Circular Economy,” KOLASTIK at FISIP UI dirancang untuk membuka ruang dialog yang relevan dengan keseharian anak muda. Diskusi tidak berhenti pada persoalan lingkungan semata, tetapi juga menyoroti bagaimana praktik keberlanjutan dapat membuka peluang green jobs dan mendorong lahirnya social enterprise baru.
Siapa Pembicara pada Program KOLASTIK dengan FISIP UI?

Kegiatan KOLASTIK at FISIP UI menjadi semakin bermakna karena menghadirkan dua narasumber yang aktif dalam isu lingkungan dan dekat dengan generasi muda. Kedua pembicara ini berbagi perspektif mengenai pengelolaan sampah sekaligus mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam menumbuhkan generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Berikut adalah daftar narasumber di acara ini:
1. Benedict Wermter
Narasumber pertama adalah Benedict Wermter (@bule_sampah), seorang content creator sekaligus environmental enthusiast yang dikenal aktif menyuarakan isu pengelolaan sampah di Indonesia.
Dalam sesi diskusinya, Benedict mengajak para mahasiswa memahami dampak nyata dari sampah yang tidak dikelola dan memahami ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi peluang ekonomi.
Benedict menekankan bahwa partisipasi mahasiswa tidak harus dimulai dari langkah yang besar. Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ia juga menyampaikan bahwa aksi kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan perubahan yang lebih besar di masa depan.
2. Titiw Akmar
Selain Benedict Wermter, acara ini juga menghadirkan Titiw Akmar, seorang content creator dari akun @travelmom.id. Dalam sesi berbagi pengalamannya, Titiw menjelaskan bagaimana digital storytelling dapat menjadi alat yang kuat untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu lingkungan. Ia juga membagikan perjalanan pribadinya dalam menyuarakan gaya hidup berkelanjutan melalui media sosial.
Titiw menekankan pentingnya konsistensi, autentisitas, serta keberanian dalam menyampaikan pesan positif di ruang digital. Menurutnya, media sosial dapat menjadi katalis yang kuat untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat secara nyata.
Kegiatan KOLASTIK di FISIP UI ini dihadiri oleh 220 peserta, baik daring maupun luring. Antusiasme mahasiswa terlihat selama rangkaian program ini berlangsung. Melalui kampanye #GerakKolaborasi, Mahija mendorong para mahasiswa untuk mulai mengambil peran di lingkungan terdekat mereka, baik di kampus maupun di rumah, dengan langkah sederhana seperti memilah sampah. Para mahasiswa pun mulai ikut andil dalam kampanye ini dengan menggerakkan lingkar terdekat mereka melalui media sosial.
Kesimpulan
Program KOLASTIK FISIP UI menjadi wadah bagi Mahija untuk menumbuhkan generasi yang bertanggung jawab dalam hal isu lingkungan seperti halnya pengelolaan sampah yang punya banyak peluang terhadap peningkatan ekonomi sirkular pun juga untuk menjaga lingkungan bumi yang masih layak huni karena kebersihannya terjaga. Ke depannya, Mahija juga berkomitmen besar terhadap sampah sebagai isu lingkungan dengan menyuarakan dan mengajak banyak kalangan akan pentingnya menjaga kebersihan Bumi.