Skip to content

16 Mahija Bersama YCP Menggalang VSLA untuk Menumbuhkan Ketahanan Ekonomi Pemulung

menumbuhkan-ketahanan-ekonomi-pemulung
Mahija bersama YCP Indonesia menggalangkan VSLA untuk menumbuhkan ketahanan ekonomi pemulung

Sebagai bagian penting dari sistem pengelolaan sampah, pemulung setiap hari berperan dalam mengumpulkan dan menyalurkan sampah daur ulang. Namun di balik kontribusi besar tersebut, menumbuhkan ketahanan ekonomi pemulung masih menjadi perhatian yang perlu ditangani bersama. 

Pemulung memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan rantai pasok daur ulang plastik, tetapi banyak dari mereka masih hidup di bawah standar kesejahteraan dan menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.Di wilayah peri-urban seperti Jabodetabek, para pemulung memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan bahan baku daur ulang. 

Setiap hari mereka bekerja tanpa kenal lelah mengumpulkan sampah plastik yang masih layak digunakan kembali. Dari hasil pengumpulan tersebut, mereka berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan mempertahankan kehidupan sehari-hari.Kondisi ini mendorong Mahija untuk menghadirkan solusi nyata bagi para pekerja sampah. 

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah membangun sistem yang dapat membantu menumbuhkan ketahanan ekonomi pemulung melalui pendekatan berbasis komunitas. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menghadirkan program Asosiasi Tabungan dan Simpanan Desa atau Village Savings and Loan Association (VSLA). Program ini menjadi upaya untuk meningkatkan ketahanan finansial sekaligus membuka akses inklusi sosial-ekonomi bagi komunitas pemulung di wilayah peri-urban.

Berikut adalah informasi selengkapnya mengenai kerja sama Mahija dengan Care Indonesia (YCP) untuk pembentukan VSLA ini. 

Apa Itu VSLA dan Peran Mahija dalam Gerakan Ini?

menumbuhkan-ketahanan-ekonomi-pemulung
Kegiatan sosialisasi mahija dan tim YCP Indonesia untuk menumbuhkan ketahanan ekonomi pemulung

Sebagai bagian dari upaya menumbuhkan ketahanan ekonomi pemulung, Mahija berkerja sama dengan Yayasan Care Indonesia (YCP) untuk membantu meningkatkan kemampuan finansial serta memperkuat pertumbuhan sosial-ekonomi para pekerja sampah. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pembentukan sistem tabungan komunitas yang dikenal dengan nama VSLA.

VSLA merupakan sebuah asosiasi yang dikelola langsung oleh anggota komunitas, termasuk para pemulung, untuk mengatur sistem tabungan dan pinjaman secara mandiri. Sistem ini menekankan akuntabilitas antaranggota atau peer accountability serta pengelolaan dana secara kolektif dalam kelompok.

Melalui sistem ini, anggota kelompok dapat menabung secara rutin dan juga memiliki akses terhadap pinjaman yang berasal dari dana bersama. Pendekatan VSLA dirancang agar lebih fleksibel dan mudah diakses oleh masyarakat yang selama ini sulit menjangkau layanan keuangan formal seperti bank atau lembaga kredit.

Dalam menjalankan program VSLA, Mahija memiliki peran penting dalam mengurus pemetaan komunitas, pendampingan pembentukan kelompok, hingga fasilitas pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan.

Melalui program ini, banyak perempuan yang merupakan anggota keluarga pemulung mulai terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi komunitas. Mereka belajar mengenai pengelolaan tabungan bersama, cara mengatur keuangan rumah tangga, hingga peluang pengembangan usaha mikro.

Inisiatif yang dijalankan bersama Mahija dan YCP ini juga memberikan ruang bagi perempuan dari komunitas pemulung untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi yang lebih produktif. Dengan demikian, program VSLA tidak hanya membantu menumbuhkan ketahanan ekonomi pemulung, tetapi juga mendorong pemberdayaan perempuan di dalam komunitas tersebut.

Bagaimanakah Target dan Pencapaian Mahija dalam program VSLA Ini?

Program VSLA yang dijalankan Mahija bersama YCP telah menunjukkan beberapa capaian nyata sejak awal pelaksanaannya. Salah satu target utama dari program ini adalah membentuk kelompok tabungan komunitas yang dapat dikelola secara mandiri oleh para anggota.

Sejauh ini, program VSLA telah berhasil membentuk sekitar 10 kelompok tabungan komunitas yang melibatkan kurang lebih 200 pemulung dalam berbagai kegiatan pelatihan. Para peserta mendapatkan pelatihan yang mengikuti master workplan dari YCP Indonesia agar setiap proses implementasi program berjalan secara terstruktur, berkualitas, serta dapat dipantau secara berkelanjutan.

Seiring berjalannya program, perkembangan positif mulai terlihat di beberapa wilayah collection centre yang menjadi lokasi binaan Mahija. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat menjadi solusi nyata untuk menumbuhkan ketahanan ekonomi pemulung.

Para anggota kelompok mulai terbiasa menggunakan sistem tabungan dan pinjaman secara rutin dan tertib. Setiap kelompok memiliki skema tabungan yang berbeda sesuai kesepakatan bersama, baik dari segi jumlah tabungan maupun frekuensi penyetorannya.

Beberapa contoh kelompok VSLA yang sudah terbentuk antara lain:

  • Tanah Baru, dengan 14 anggota yang menghimpun tabungan pokok setiap dua minggu sekali.
  • Jurang Mangu, dengan 7 anggota aktif yang melakukan penghimpunan tabungan secara harian.
  • Cimone, dengan 11 anggota yang berkomitmen menabung setiap bulan dengan tabungan pokok sebesar Rp700.000.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 32 anggota pemulung dari berbagai wilayah binaan Mahija dan collection centre yang telah berkomitmen untuk mengikuti program tabungan VSLA.

Langkah ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi komunitas secara bertahap. Melalui program ini, para pekerja sampah mulai membangun kepercayaan diri dalam mengelola keuangan serta memperkuat solidaritas ekonomi kolektif.

Kesimpulan 

Karena program ini merupakan upaya bagi pertumbuhan dan perkembangan komunitas dalam menumbuhkan ketahanan ekonomi pemulung, Mahija berharap ke depannya VSLA dapat menjadi bagian besar dari ekosistem perekonomian yang lebih tertata dan konklusif bagi mereka. 

Sebuah pertumbuhan ekonomi mikro bagi masa depan anggota VSLA yang kebanyakan adalah pemulung dan sehari-harinya bekerja mengumpulkan sampah plastik bekas supaya dapat berpartisipasi dalam ekonomi sirkular untuk dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *