Skip to content

12 Bersama Mahija Menuju Ekonomi Sirkular yang Adil dan Inklusif

bersama-mahija-menuju-ekonomi-sirkular
Bersama mahija menuju ekonomi sirkular yang adil dan inklusif melalui program TCI

Yayasan Mahija Parahita Nusantara merupakan organisasi yang berfokus pada pemberdayaan pekerja sampah di Indonesia. Melalui berbagai programnya, Mahija memiliki visi besar untuk mendukung pemberdayaan dan keadilan bagi para pemulung sebagai bagian penting dari sistem daur ulang. Upaya ini dilakukan secara eksklusif bersama Mahija menuju ekonomi sirkular yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, di mana pekerja sampah tidak hanya menjadi bagian dari rantai pengelolaan sampah, tetapi juga mendapatkan pengakuan dan perlindungan yang layak.

Berangkat dari tujuan tersebut, Mahija turut terlibat dalam gerakan kolaborasi global bersama The Circulate Initiative (TCI). Kemitraan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya bersama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus memastikan bahwa para pekerja sampah mendapatkan manfaat yang lebih adil dari sistem ekonomi sirkular yang berkembang.

Bagi Mahija meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja sampah dan keadilan sosial merupakan suatu gerakan untuk menyeimbangkan target pementasan sampah nasional menuju ke ekonomi sirkular yang adil dan inklusif. Dalam proses menuju ekonomi sirkular, pekerja sampah memiliki peran yang sangat besar karena mereka berada di garis depan dalam proses pengumpulan dan pemilahan sampah yang dapat didaur ulang. Oleh karena itu, Mahija menempatkan para pekerja sampah sebagai fokus utama dalam berbagai program pemberdayaan yang dijalankan.

Permasalahan sampah di Indonesia serta upaya Mahija dalam memperkuat peran pekerja sampah menjadi fokus utama dalam artikel ini. Artikel ini juga akan membahas bagaimana kolaborasi antara Mahija dan TCI menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pengelolaan sampah daur ulang yang lebih inklusif serta berkontribusi pada terciptanya ekonomi sirkular yang berkeadilan.

Keadaan Sampah Indonesia dan Gerakan Mahija Bersama TCI

bersama-mahija-menuju-ekonomi-sirkular

Faktanya, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah plastik. Sebagai negara penyumbang polusi plastik terbesar kedua di dunia, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik setiap tahun, namun hanya 10% yang berhasil didaur ulang. Padahal, di balik rantai daur ulang ini, ada para pekerja sampah, khususnya pemulung, yang menjadi tulang punggung sistem pengelolaan sampah nasional.

Meskipun memiliki peran yang sangat penting, para pekerja sampah sering kali bekerja tanpa perlindungan yang memadai. Mereka juga masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari stigma sosial, keterbatasan akses kesehatan dan pendidikan, hingga kurangnya standar keselamatan kerja. Padahal, sektor informal ini menyumbang pengumpulan hingga 1 juta ton sampah per tahun, kontribusi yang krusial bagi target pemerintah untuk mengurangi 30% timbulan sampah dan 70% sampah laut plastik pada tahun 2025.

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Mahija Parahita Nusantara (Mahija) berupaya menghadirkan berbagai program nyata untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Namun, perubahan menuju sistem yang lebih baik tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Perlu adanya kolaborasi lintas sektor pada swasta, pemerintahan, hingga  berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki perhatian pada isu lingkungan dan pengelolaan sampah.

Dalam semangat bersama Mahija menuju ekonomi sirkular, pada tahun 2024 lalu  turut berpartisipasi dalam gerakan global bersama The Circular Initiative. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pekerja sampah dalam ekosistem ekonomi sirkular. 

Lalu, bagaimana kolaborasi antara Mahija dan TCI dijalankan untuk penanggulangan sistem terdepan dari daur ulang sampah? 

Kerjasama Mahija dan TCI untuk Meningkatkan Ekonomi Sirkular dengan Pekerja Sampah

Pada tahun 2024, Mahija menjalin kerja sama dengan The Circulate Initiative (TCI), organisasi nirlaba global yang berfokus pada pengentasan polusi plastik dan pembangunan ekonomi sirkular yang adil di negara berkembang.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengimplementasikan Responsible Sourcing Initiative (RSI) Indonesia. Program ini berlandaskan pada Harmonized Responsible Sourcing Framework for Recycled Plastics, yaitu kerangka global pertama untuk memastikan praktik pengadaan daur ulang plastik dilakukan secara adil dan bertanggung jawab. 

Konsep responsible sourcing menjadi penting karena perusahaan besar kini dituntut untuk memastikan plastik daur ulang yang mereka gunakan berasal dari praktik yang adil. Melalui RSI, perusahaan memiliki panduan yang jelas dan praktis untuk memastikan bahwa proses pengadaan plastik daur ulang juga memperhatikan kesejahteraan para pekerja daur ulang, termasuk pemulung. Hal ini mencakup perlindungan kerja, akses terhadap penghasilan yang lebih layak, serta sistem kerja yang lebih terorganisir.

Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa pekerja informal atau memulung menghadapi sejumlah hambatan mendasar yang mempengaruhi kesejahteraan mereka, mulai dari:  

  • Kurangnya perwakilan pekerja dan saluran aduan 
  • Pendapatan yang terbatas dan posisi yang terpinggirkan 
  • Minimnya transparansi harga akibat rantai pasok yang terfragmentasi 
  • Lemahnya peraturan kesehatan 
  • Keselamatan dan standar kerja, hingga keterbatasan sumber daya dan aturan kerja yang sesuai standar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, RSI Indonesia yang dijalankan bersama Mahija sebagai pelaksana utama telah mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  • Membentuk perwakilan kolektif sebagai perwakilan pekerja dan saluran aduan
  • Membuka akses jaminan sosial, peningkatan penghasilan, dan layanan keuangan
  • Mewujudkan transparansi harga dan hubungan kerja yang lebih baik 
  • Menyediakan pelatihan K3 dan menerapkan standar keselamatan kerja 
  • Meningkatkan kapasitas untuk praktik yang lebih bertanggung jawab

Melalui langkah-langkah ini, kolaborasi antara Mahija dan TCI diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi para pekerja sampah. Tidak hanya dari sisi peningkatan penghasilan, tetapi juga melalui akses yang lebih luas terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial yang lebih layak.

bersama-mahija-menuju-ekonomi-sirkular

Gerakan bersama Mahija menuju ekonomi sirkular menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang sistem dan teknologi, tetapi juga tentang manusia yang berada di dalamnya. Para pemulung dan pekerja sampah adalah bagian penting dari ekosistem daur ulang yang selama ini menjaga aliran material tetap berputar dalam sistem ekonomi sirkular.

Kesimpulan

Memanusiawikan pemulung merupakan langkah penting yang dilakukan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih adil dan berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan dan kolaborasi lintas sektor, bersama Mahija menuju ekonomi sirkular yang adil dan inklusif, menjadi sebuah upaya nyata untuk memastikan bahwa transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan juga berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja sampah.

Dengan memberikan akses terhadap perlindungan kerja, pendidikan, kesehatan, serta peluang ekonomi yang lebih baik, diharapkan sistem ekonomi sirkular di Indonesia dapat berkembang secara lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *