Tentang Program
Komunitas pemulung merupakan kelompok yang sangat dekat dengan berbagai risiko kesehatan. Aktivitas harian yang bersinggungan langsung dengan sampah, keterbatasan alat pelindung diri, serta minimnya pemahaman tentang pola hidup bersih dan sehat membuat banyak masalah kesehatan sering terlambat ditangani. Di sisi lain, akses terhadap pelayanan kesehatan formal juga masih terbatas.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Mahija menghadirkan inisiatif Community Health Workers (CHW) yang kami sebut Sahabat Sehat Mahija, sebuah program yang tumbuh dari, oleh, dan untuk komunitas pemulung.
Sahabat Sehat Mahija adalah kader kesehatan yang berasal dari komunitas itu sendiri.
Melalui program ini, para kader dibekali berbagai pengetahuan kesehatan yang relevan dengan kondisi komunitas, antara lain:
- Bahaya rokok dan dampaknya bagi keluarga
- Pencegahan demam berdarah melalui praktik 3M+
- Pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin
- Gizi seimbang dan pencegahan stroke
- Cara mengakses layanan BPJS, puskesmas, dan layanan gawat darurat
Setelah menyelesaikan pelatihan, Sahabat Sehat Mahija kembali ke komunitas masing-masing untuk memfasilitasi sesi kelompok, berbagi pengetahuan, serta membuka ruang diskusi seputar kesehatan. Melalui interaksi yang sederhana namun konsisten, pesan tentang hidup bersih dan sehat mulai menyebar dari satu individu ke individu lainnya.
Program ini menjadi langkah nyata Mahija dalam memperkuat deteksi dini isu kesehatan di tingkat komunitas sekaligus mendorong akses rujukan yang lebih cepat dan tepat ke pelayanan kesehatan formal.
Capaian Program

Cerita Dampak
Ibu Nur,
Duren Sawit
Kader Sahabat Sehat Mahija
Sebelum bergabung dalam program Sahabat Sehat Mahija, penghasilan Ibu Nur sekitar Rp300.000 per bulan, yang sering kali belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sembako sehari-hari. Dalam kesehariannya, ia berusaha membantu kebutuhan rumah tangga sambil tetap aktif di lingkungan sekitar.
Ketika pertama kali mengikuti pelatihan Sahabat Sehat Mahija, Ibu Nur merasa senang karena bisa belajar langsung dari dokter dan para ahli. Ia sebenarnya pernah mengikuti penyuluhan kesehatan sebelumnya, tetapi materi yang didapat dalam program ini terasa lebih lengkap. Tantangan terbesarnya adalah saat harus berbicara di depan orang lain karena masih sering merasa gugup dan takut salah.
Seiring waktu, pengetahuan kesehatan yang ia miliki semakin bertambah. Kini Ibu Nur bisa berbagi informasi kepada ibu-ibu di sekitarnya, terutama tentang mengenali gejala awal penyakit dan pentingnya memeriksakan diri ke dokter. Pengalaman ini membuatnya lebih percaya diri karena apa yang ia sampaikan berasal dari pembelajaran yang ia terima.

“Sekarang saya bisa berbagi informasi kesehatan dengan ibu-ibu di sekitar. Rasanya senang karena bisa belajar sekaligus membantu warga agar lebih peduli dengan kesehatannya.”