
Tentang Program
Sebagai bagian dari komitmen terhadap Responsible Sourcing Initiative (RSI), Mahija terus mendorong praktik pengelolaan sampah yang adil, aman, dan bertanggung jawab. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja khusus bagi pekerja sampah, termasuk pemulung.
Dalam sistem daur ulang plastik, para pekerja sampah berada di garis depan, mengumpulkan dan memilah material yang dapat didaur ulang. Namun dalam praktiknya, banyak dari mereka masih bekerja dengan perlindungan kesehatan dan keselamatan yang terbatas.
Melalui pelatihan ini, Mahija membekali peserta dengan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan, meliputi:
- Cara penanganan sampah yang aman untuk mencegah penyakit kulit dan infeksi
- Pentingnya penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu tertutup
- Edukasi kebersihan diri dan kebersihan area kerja
- Pencegahan penularan penyakit dari kontak dengan sampah rumah tangga maupun medis
Lebih dari sekadar pelatihan, program ini merupakan langkah kami untuk memastikan pekerja sampah dapat berpartisipasi dalam sistem daur ulang yang semakin terorganisasi dengan perlindungan yang lebih baik.
Capaian Program

Cerita Dampak
Yuyun,
Bintara
Penerima Pelatihan Kesehatan & Keselamatan Kerja
Bu Yuyun telah lama bekerja sebagai pengumpul sampah di lingkungannya. Dalam kesehariannya, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penolakan saat bekerja hingga risiko keselamatan seperti pernah menginjak paku. Meski sudah berusaha melindungi diri dengan masker, sarung tangan, sepatu boot, dan baju lengan panjang, bekerja di lapangan tetap memiliki banyak risiko bagi kesehatan dan keselamatan.
Melalui pelatihan kesehatan dan keselamatan dari Mahija serta dukungan program Responsible Sourcing Initiative (RSI) Indonesia, Bu Yuyun mulai mendapatkan pengetahuan dan kepercayaan diri baru. Ia semakin memahami cara bekerja dengan lebih aman, lebih rutin menggunakan alat pelindung diri, dan semakin peduli terhadap kesehatan saat bekerja.
Tidak hanya itu, dari program ini Bu Yuyun akhirnya mendapatkan bantuan untuk mengurus KTP, sebuah dokumen penting yang sebelumnya belum ia miliki.

Perubahan ini juga membawa dampak lebih luas bagi komunitasnya. Pada tahun 2025, sebuah paguyuban komunitas pengumpul sampah di Bintara resmi terbentuk dan Bu Yuyun dipercaya menjadi ketuanya. Dengan dukungan dari RSI, ia mulai membantu rekan-rekannya mengakses dokumen kependudukan, bantuan sosial, serta mendorong mereka untuk memperjuangkan hak-hak dasar sebagai warga negara.
“Saya senang sekali mendapat bantuan dari Mahija melalui program ini. Bahkan dari amanah sebagai ketua paguyuban, komunitas saya mulai berjalan maju. Warga yang sebelumnya belum bisa memegang pensil, sekarang bisa menulis dan membaca. Ini memberikan keyakinan pada saya bahwa kami bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya”