
Yayasan Mahija Parahita Nusantara kembali mengambil langkah nyata dengan menghadirkan program dukungan hidup sehat antarkomunitas atau disebut dengan Sahabat Sehat Mahija. Program ini merupakan langkah solutif dari Mahija atas kerentanan kesejatan dan kebersihan bagi pemulung.
Pekerja sampah merupakan bagian penting dari sektor kerja informal yang berperan besar dalam rantai pasok daur ulang sampah. Meski kontribusinya sangat signifikan, kenyataannya banyak pemulung masih menghadapi kondisi hidup yang jauh dari sejahtera. Mereka juga rentan terhadap berbagai masalah kesehatan dan kebersihan yang sering kali berada di bawah standar.
Komunitas yang juga disebut sebagai CHW (Community Health Worker) ini merupakan program yang lahir dari, oleh, dan untuk para komunitas pemulung yang anggotanya juga memiliki kepedulian terhadap pentingnya akses layanan kesehatan untuk para pekerja sampah.
Banyak pemulung memiliki kesadaran yang terbatas terhadap aspek kesehatan dan kebersihan saat bekerja., Misalnya, penggunaan alat pelindung diri yang belum memadai ketika memungut sampah, serta minimnya perhatian terhadap kesehatan akibat keterbatasan literasi dan akses informasi. Kondisi ini menjadi alasan utama Mahija membuka ruang bagi komunitas untuk membangun kesadaran bersama mengenai standar 3K, yaitu: kebersihan, keselamatan, dan kesehatan kerja.
Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai komunitas Sahabat Sehat Mahija.
Apa Itu Sahabat Sehat Mahija dan Perannya?
Sahabat Sehat Mahija adalah kader kesehatan yang berasal dari komunitas. Karena berasal dari lingkungan yang sama, mereka memahami bahasa, kebiasaan, dan realitas sehari-hari orang-orang di dalamnya. Hal ini membuat mereka tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan kepercayaan antara komunitas dan layanan kesehatan formal.
Peran Sahabat Sehat tidak hanya sebatas memberikan edukasi mengenai kesehatan dan protokol kebersihan. Mereka juga menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh anggota komunitas. Sehingga mereka dapat langsung merujuknya ke pelayanan kesehatan formal, yaitu klinik, puskesmas, hingga layanan gawat darurat. Dengan pendekatan ini, berbagai masalah kesehatan dapat ditangani sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Selain itu, Sahabat Sehat juga menjadi bagian dari jaringan komunitas Mahija yang lebih luas. Mereka berperan dalam memperkuat kolaborasi antarprogram dan menghadirkan dukungan hidup sehat antarkomunitas yang berkelanjutan. Bukan hanya sebagai tenaga medis, melainkan sebagai teman seperjalanan yang saling mengingatkan, mendampingi, dan membantu komunitas untuk lebih peduli dengan kesehatan mereka masing-masing.
Penyelenggara Pelatihan Insentif bagi Sahabat Sehat Mahija

Untuk menjalankan peran tersebut, Mahija menyelenggarakan pelatihan intensif selama dua minggu bagi enam Sahabat Sehat dari tiga wilayah yaitu Duren Sawit, Jurang Mangu, dan Tanah Tinggi. Materi pelatihan dirancang secara khusus agar relevan dengan kondisi nyata yang dihadapi komunitas pemulung. Para peserta mempelajari berbagai topik kesehatan yang paling sering ditemui di lingkungan mereka.
Para peserta mempelajari berbagai topik kesehatan yang paling relevan dengan kondisi komunitas pemulung, mulai dari bahaya rokok dan dampaknya bagi keluarga, pencegahan demam berdarah melalui praktik 3M+, hingga pentingnya kontrol kehamilan secara rutin. Mereka juga dibekali pemahaman tentang gizi seimbang, pencegahan stroke, serta cara mengakses layanan BPJS, puskesmas, dan bantuan gawat darurat.
Selama pelatihan, materi disampaikan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami. Diskusi dan sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dalam pelatihan ini, sehingga para peserta dapat memahami topik kesehatan secara lebih mendalam sekaligus mempersiapkan diri untuk menyampaikan kembali informasi tersebut kepada komunitasnya.
Setelah semua peserta pelatihan menjalani pemaparan bersama, mereka kemudian dikembalikan lagi pada kelompok area binaan Mahija untuk melakukan sosialisasi dukungan hidup sehat antarkomunitas pekerja sampah. Dalam sosialisasi ini, mereka memberi pembekalan terkait isu kesehatan dan mengadakan sesi tanya jawab untuk memaksimalkan materi kesehatan secara inklusif dengan fokus pada tujuan agar peran hidup bersih bisa berkesinambungan satu sama lain.
Setiap Sahabat Sehat ditargetkan untuk menjangkau sekitar 30 hingga 60 anggota komunitas. Target ini tidak hanya menjadi angka capaian, tetapi juga mencerminkan upaya Mahija untuk memastikan semakin banyak pekerja sampah yang memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri serta keluarganya.
Mahija memiliki visi untuk memberdayakan pekerja sampah yang selama ini berperan penting dalam rantai pasok plastik daur ulang. Peran tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekonomi sirkular di Indonesia. Namun, Mahija menyadari bahwa pemberdayaan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi.
Kesehatan menjadi fokus utama bagi keberlanjutan hidup para pekerja sampah. Karena tanpa adanya kesehatan yang prima, pekerja sampah dapat jatuh sakit sehingga menyebabkan ekosistem rantai pasok daur ulang sampah plastik menjadi terhambat.
Melalui Sahabat Sehat Mahija, Mahija ingin memastikan bahwa perhatian terhadap pekerja sampah, termasuk pemulung, tidak berhenti pada aspek ekonomi semata, tetapi juga mencakup kualitas hidup mereka secara menyeluruh.
Kesimpulan
Dengan adanya Sahabat Sehat Mahija sebagai dukungan hidup sehat antarkomunitas adalah bentuk nyata bahwa isu kesehatan ini dapat dilalui dari ruang lingkup kecil, seperti halnya dimulai dari orang-orang terdekat, seperti percakapan sehari-hari, dari saling mengingatkan, dan dari kepedulian yang tumbuh di dalam komunitas itu sendiri. Menjaga kesehatan bukan hanya tentang akses layanan, tetapi tentang kehadiran seorang sahabat yang peduli dan siap berjalan bersama.