
Kesejahteraan kehidupan bagi pemulung atau pejuang daur ulang sering kali melesat turun dari standar kelayakan rata-rata masyarakat. Pemulung memegang posisi penting dalam rantai ekosistem daur ulang sampah. Kehidupan yang lebih layak adalah harapan masa depan pekerja sampah.
Yayasan Mahija Parahita Nusantara (Mahija), sebagai organisasi garda terdepan dalam pemberdayaan kehidupan pemulung, memiliki visi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan beberapa macam program. Kehidupan pemulung yang layak dengan menitikberatkan peningkatan kualitas hidup melalui bidang kesejahteraan, perekonomian, dan pendidikan adalah konsernitas Mahija.
Demi mewujudkan harapan masa depan pejuang daur ulang, Mahija juga berpartisipasi dalam program untuk peningkatan kapasitas kehidupan mereka – seperti pemerataan pendataan identitas kependudukan bagi yang belum memiliki KTP dan pementasan pendidikan melalui program beasiswa anak-anak pemulung.
Berikut adalah informasi seputar aksi dari Mahija untuk meningkatkan masa depan kehidupan pemulung secara lengkap.
Pendataan KTP bagi Pekerja Sampah di Beberapa Titik Area Jakarta
Ternyata pekerja sampah di wilayah Jakarta masih banyak yang tidak memiliki KTP atau kartu identitas resmi sebagai penduduk Indonesia. Karena keterbatasan akses untuk menjangkau kantor pusat dalam proses pembuatannya, mereka merelakan diri untuk tidak memiliki KTP.
Kebanyakan pekerja sampah juga datang dari kalangan tertinggal dan sebagian merantau dari luar Pulau Jawa, sehingga tidak punya kelengkapan dokumen pendukung. Akibatnya, mereka kekurangan akses terhadap kartu identitas diri seperti KTP, KK, Akta Kelahiran Dewasa, Akta Kelahiran Anak, dan lainnya.
Mahija telah menangani permasalahan kurangnya akses terhadap dokumen identitas diri resmi bagi banyak pemulung di titik-titik wilayah Jakarta Kota sehingga pemerataan data kependudukan pekerja daur ulang ini mulai teratasi.
Sejak Januari-Juni 2025 lalu, Mahija telah membantu proses pembuatan kartu dan identitas diri resmi kepada beberapa pekerja daur ulang dan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta dengan rincian sebagai berikut:
- 250 KTP untuk pekerja daur ulang
- 84 untuk Kartu Keluarga
- 52 untuk Akta Kelahiran Dewasa
- 143 untuk Akta Kelahiran Anak
- 133 untuk BPJS/KIS
Beberapa manfaat yang didapatkan dari pembuatan kartu identitas diri resmi bagi pekerja daur ulang, diantaranya adalah:
- Tercatatnya secara resmi identitas kependudukan pekerja daur ulang
- Mudah mendapatkan akses faskes dari pemerintah daerah
- Mudah untuk mendaftar bansos
- Ada kesempatan besar untuk anak keluarga pemulung mendapatkan pendidikan jenjang layak
- Tumbuhnya harapan masa depan pekerja sampah untuk menyamaratakan taraf hidup dan menjadi WNI resmi
Salah satu anggota Kampung Pemulung Pondok Labu, Wita Sumita, berkata, “Kami merasa terbantu sekali dengan tim Mahija yang mau membantu kami membuat KTP. Warga-warga di sini dibantu mulai dari pencatatan data, kalau ada dokumen yang kurang juga dibantu diurus sampai KTP-nya jadi. Pernah waktu ada bantuan sosial, beberapa warga Kampung Pemulung Pondok Labu di sini tidak bisa dapat, karena waktu itu belum punya KTP.”
Penjelasan dari Bu Wita ini menjadi tanda bahwa Mahija telah berhasil dalam memberikan kesempatan untuk harapan masa depan pekerja sampah di beberapa daerah Jakarta, khususnya bagi mereka yang hidup tanpa kepastian dan rentan diacuhkan oleh banyak kalangan. Dengan begitu, uluran bantuan kepada pemulung jelas membantu mereka – walau hanya sekadar bantuan pendaftaran kartu KTP, namun dampaknya sungguh luar biasa.
Program Beasiswa untuk Anak-Anak Pekerja Sampah

Pemerataan pendidikan termasuk hal penting bagi masyarakat umum. Karena keterbelakangan dalam mendapatkan fasilitas pendidikan, nyatanya anak dari pekerja sampah tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar dalam bersekolah. Seragam sekolah, buku pelajaran, dan peralatan bersekolah inilah yang sering tidak dapat dipenuhi secara berkala.
Pada pertengahan tahun 2025 lalu, Mahija, sebagai bagian yang mendukung pemberdayaan kehidupan pekerja sampah, telah berkontribusi dengan memberikan beasiswa kepada 65 anak pemulung di daerah Jakarta yang dibekali dana bantuan pendidikan ini.
Mahija telah peka dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi kalangan pekerja sampah, pun begitu manfaat dari program ini telah membantu para murid dari anak pemulung bisa mendapat uang saku bagi keseharian mereka dan memenuhi kebutuhan pokok bersekolah.
Beasiswa ini diberikan kepada beberapa anak pekerja sampah yang sedang mengenyam pendidikan dengan pertimbangan status siswa aktif dan memiliki jejak rekam prestasi akademik.

Salah satu pemulung bernama Ibu Sri Wahyuni dan anaknya bernama Syadan mengemukakan bahwa program dari Mahija sangat membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan bersekolah anaknya. “Program ini sangat membantu saya. Setelah menerima program beasiswa kemarin, saya akhirnya bisa membelikan anak saya seragam, sepatu dan buku sekolah. Saya berharap Mahija semakin sukses dan program ini terus berjalan untuk membantu masyarakat seperti kami.”
Kendati demikian, program beasiswa ini menjadi refleksi dari mewujudkan harapan masa depan pekerja sampah yang ingin membesarkan anak-anak mereka dengan latar belakang pendidikan yang lebih baik. Dengan harapan untuk kedepannya nasib penerus keturunan mereka akan berubah.
Kesimpulan
Selain membantu para pekerja sampah memiliki dokumen kependudukan dan membuka akses pendidikan bagi keluarganya, Mahija akan terus melakukan advokasi dan upaya konkret bagi perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi para pekerja sampah sebagai bagian dari mewujudkan harapan masa depan pekerja sampah. Karena bagi Mahija, menjaga bumi juga termasuk menghargai pekerjanya.