Mahija berkomitmen untuk terus mendampingi para pekerja sampah, khususnya para pemulung untuk mendapatkan akses dan rekognisi yang mendukung peningkatan kualitas kehidupan mereka.
Bentuk nyata dari komitmen ini adalah program-program yang berfokus pada peningkatan kapasitas hidup pekerja sampah. Salah satunya adalah fasilitasi pembuatan KTP bagi pemulung yang belum memiliki identitas resmi. Kepemilikan KTP bukan hanya simbol pengakuan, tetapi juga membuka akses ke berbagai layanan publik, perlindungan sosial dan kesehatan yang layak mereka terima.
Sejak Februari hingga Juni 2025, Mahija telah berhasil mengumpulkan data pemulung yang belum memiliki dokumen kependudukan mulai dari 250 data untuk pembuatan KTP, 84 untuk Kartu Keluarga (KK), 52 data Akta Kelahiran Dewasa, 143 data Akta Kelahiran Anak, dan 133 data BPJS/ KIS.

Dari data tersebut Mahija telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, memfasilitasi penerbitan 68 dokumen kependudukan dan akan terus melanjutkan komitmennya dalam pembuatan dokumen kependudukan tersebut.
Wita Sumati, salah satu warga di Kampung Pemulung Pondok Labu menyampaikan di area tempat tinggalnya masih banyak warga yang belum memiliki KTP. Kebanyakan warga kampung pemulung ini merasa kesulitan karena kurangnya data pendukung, akses ke sarana pembuatan KTP, bahkan banyaknya warga berasal dari luar daerah yang ke Jakarta hanya untuk bekerja sehingga tidak ada dokumen yang lengkap untuk pembuatan KTP.
“Kami merasa terbantu sekali dengan tim Mahija yang mau bantu kami membuat KTP. Warga-warga disini dibantu mulai dari pencatatan data, kalau ada dokumen yang kurang juga bantu diurus sampai KTP nya jadi. Pernah waktu ada bantuan sosial, beberapa warga Kampung Pemulung Pondok Labu disini tidak bisa dapat, karena waktu itu belum punya KTP” ujar Wita.
Tak hanya bantuan fasilitasi pengadaaan KTP bagi para pemulung, Mahija juga menyediakan program beasiswa untuk anak-anak para pekerja sampah. Program ini bertujuan membantu mereka melanjutkan pendidikan formal atau naik ke level pendidikan yang lebih tinggi, yang diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi komunitas sekitar.

Di pertengahan pertama tahun 2025, Mahija mendistribusikan beasiswa kepada 65 anak di area Jakarta dan sekitarnya. Penerimaan beasiswa ini dipilih berdasarkan beberapa kriteria yaitu; anak dari keluarga berpenghasilan rendah, siswa aktif atau putus sekolah, dan siswa yang memiliki catatan presentasi akademik. Prioritas utama dari penerima manfaat ini merupakan anak karyawan dari para pekerja sampah, terutama pemulung.

Meskipun saat ini pemerintah memiliki program sekolah gratis, para pekerja sampah masih menghadapi kendala untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah dan uang jajan harian.
Sri Wahyuni, Ibu dari Syadan, anak penerima beasiswa menyampaikan kegembiraannya ketika menerima dana beasiswa dari Mahija, “Program ini sangat membantu saya. Setelah menerima program beasiswa kemarin, saya akhirnya bisa membelikan anak saya seragam, sepatu dan buku sekolah. Saya berharap Mahija semakin sukses dan program ini terus berjalan untuk membantu masyarakat seperti kami.”
Selain membantu para pemulung memiliki dokumen kependudukan dan membuka akses pendidikan bagi keluarganya, Mahija akan terus melakukan advokasi dan upaya konkrit bagi perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi para pekerja sampah Karena bagi Mahija, menjaga bumi juga termasuk menghargai manusianya.
© MAHIJA PARAHITA NUSANTARA
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.