Sebagai wujud komitmen Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCCEP) mengelola limbah botol PET secara etis dan berkelanjutan, CCEP bersama Dynapack Asia membentuk Yayasan Mahija Parahita Nusantara (Mahija), untuk memastikan pengadaan botol PET pasca-konsumsi dilakukan secara bertanggung jawab, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja sampah dalam rantai pasok daur ulang.
Berdasarkan misi tersebut, Mahija terus mengupayakan pengelolaan sampah yang adil dan aman, serta berfokus pada peningkatan kehidupan pekerja sampah yang lebih layak. Upaya ini juga bertujuan untuk menjawab tantangan mendasar yang kerap dihadapi pekerja sampah, khususnya pemulung, seperti minimnya pengakuan sebagai warga negara serta keterbatasan akses terhadap perlengkapan dan lingkungan kerja yang layak dan aman.
Selain beragam program reguler yang menjadi fokus Mahija, salah satu tanggung jawab Mahija adalah menjadi pelaksana proyek Responsible Sourcing Initiative (RSI) Indonesia, yang diinisiasi oleh The Circulate Initiative (TCI), organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk mengatasi permasalahan polusi plastik di lautan.
RSI adalah sebuah program yang bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan sampah plastik dilakukan secara adil dan bertanggung jawab. Program ini melibatkan seluruh aktor dalam rantai pengelolaan sampah—mulai dari pemulung hingga produsen—dengan tujuan melindungi hak-hak pekerja di setiap tahap prosesnya. Inisiatif ini menjadi tolok ukur global dalam praktik daur ulang yang beretika, dengan mengutamakan kesejahteraan pekerja sampah.
Dalam proyek yang resmi diluncurkan pada Oktober 2024, Mahija telah berhasil memulai implementasi di lima pusat pengumpulan (Collection Center) dalam ekosistem Amandina Bumi Nusantara yang berlokasi di wilayah Jabodetabek dan Subang, Jawa Barat. Salah satu program prioritas dalam inisiatif ini adalah pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja yang ditujukan khusus bagi para pemulung dan pekerja sampah. Program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 4.200 pemulung di berbagai wilayah utama.

Dalam sistem daur ulang plastik, para pemulung dan pekerja sampah berada di garis terdepan. Mereka berperan penting dalam mengumpulkan dan memilah material yang bisa didaur ulang, namun seringkali melakukannya tanpa perlindungan kesehatan dan keselamatan yang memadai.
Sejak awal tahun hingga Juni 2025, pelatihan keselamatan & kesehatan kerja ini telah menyelenggarakan 18 pelatihan dan menjangkau 710 pemulung di berbagai titik collection center dan komunitas pemulung di Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya. Pelatihan ini menjadi krusial untuk memberikan wawasan mengenai cara bekerja yang sehat dan aman, karena selama ini mereka bekerja tanpa perlindungan yang memadai.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pelatihan langsung dari tenaga medis profesional yang bekerja sama dengan Mahija. Materi pelatihan mencakup: Cara penanganan sampah yang aman untuk mencegah penyakit kulit atau infeksi, pentingnya penggunaan alat pelindung seperti sarung tangan dan sepatu tertutup, edukasi kebersihan diri dan lingkungan kerja hingga pencegahan penularan penyakit akibat kontak langsung dengan sampah rumah tangga dan medis.

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini adalah langkah nyata untuk menjadikan para pemulung sebagai bagian dari sistem daur ulang yang tertata, terlindungi, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, Mahija ingin menegaskan bahwa tanggung jawab dalam pengelolaan sampah plastik bukan hanya soal lingkungan, tapi juga tentang kualitas hidup manusia yang menggerakkan proses tersebut.
Selain menjadi tema utama, pelatihan tentang kesehatan dan keselamatan juga dilengkapi dengan materi mengenai keamanan, pengelolaan keuangan, dan perencanaan kehidupan anak, sebagai dukungan untuk mendorong penghidupan yang lebih layak.
Bersama para mitra strategis, CCEP akan terus memastikan bahwa para pekerja sampah mendapatkan perlindungan yang adil, menjadi bagian dari sistem yang lebih tertata, dan kesejahteraannya diperhatikan dengan baik.
© MAHIJA PARAHITA NUSANTARA
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.